Gubernur Kepri Resmikan Listrik Pulau Kasu Batam Menyala 24 Jam

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Pulau Kasu, Batam masuk dalam daftar pulau yang sudah mendapatkan pelayanan listrik 24 jam dari PLN Area Tanjungpinang. Dilansir Batam Pos, hari ini, Kamis (25/10) dilakukan peresmian secara langsung oleh General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, M. Irwansyah bersama Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. ”PLN Area Tanjungpinang terus berupaya untuk memberikan pelayanan listrik yang prima. Kini giliran Pulau Kasu Batam yang mendapatkan pelayanan listrik 24 Jam,” ujar Humas PLN Area Tanjungpinang, Fendi, Rabu (24/10).

Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, ketersediaan pasokan listrik merupakan kebutuhan wajib yang harus diselesaikan. Dengan slogan habis gelap terbitlah terang semua pihak merasa harus terus bekerja keras dalam mewujudkan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. “Apalagi Kepri dengan pulau-pulau nya yang masih banyak belum teraliri listrik, kita terus berupaya bersama mengatasi permasalahan kelistrikan ini,” ujar Gubernur. 

Gubernur berharap ke depan keberadaan listrik di Kepri tersebut dapat konsisten dan terus ada untuk masyarakat. Gubernur ingin salah satu kebutuhan pokok tersebut harus bisa dirasakan menyeluruh bukan hanya masyarakat di kota saja namun juga untuk masyarakat di pulau-pulau. “Semoga dengan apa yang dipaparkan pihak PLN terkait pemetaan listrik di Kepri bisa direalisasikan dan ada bukti yang nyata,” jelas Gubernur.

Dalam kesempatan yang sama, Fendi menjelaskan dengan bertambahnya mesin PLTD Sub ULP Pulau Kasu akan memperkuat Sistem Kelistrikan di Pulau Tersebut yang memiliki beban puncak sebesar 180 kW. Dengan adanya tambahan daya sebesar 400 Kw. Sementara beban puncak di sana mencapai 190 Kw. ”Artinya, membuat surplus daya sebesar 130 Kw di Pulau Kasu,” jelas Fendi. Diakui Fendi, penambahan 1 unit mesin PLTD menjadikan Pulau Kasu menyala 24 jam yang sebelumnya menyala hanya 14 Jam.

Adapun infrastruktur PLTD ini didukung oleh Jaringan Tegangan Menengah 1,276 KMs, jaringan tegangan rendah 2,5 KMs dan 4 unit gardu distribusi daya 250 kVA. Penambahan jam nyala ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena Listrik sudah menjadi kebutuhan masyarakat pada zaman ini. Dengan adanya listrik dapat meningkatkan kegiatan perekonomian di suatu daerah. ”Setelah ini, tentunya daerah lain yang belum menikmati listrik 24 jam akan diprioritaskan,” tutup Fendi.(SN)