Bupati Karimun Optimis Ekspor Nanas Bangkitkan Perekonomian Petani

KARIMUN,DISKOMINFO - Bupati Karimun Kepulauan Riau, Aunur Rafiq optimistis ekspor nanas ke Singapura yang dimulai pada Sabtu pekan ini, mampu mengangkat perekonomian petani. "Kami optimis bisa mengangkat perekonomian petani. Walaupun dalam skala kecil, tapi kami harapkan dapat dilaksanakan secara terus menerus," kata dia di Tanjung Balai Karimun, Selasa (16/10).

Aunur Rafiq memastikan ekspor nanas perdana tetap dilaksanakan pada 20 Oktober mendatang dan merupakan rangkaian dari perayaan HUT Kabupaten Karimun ke-19 yang jatuh setiap 12 Oktober. Dia mengatakan jumlah ekspor nanas perdana ke Singapura masih relatif sedikit, bergerak pada angka 25 ton. Namun demikian, dia juga optimistis akan terus meningkat seiring dengan program pembinaan terhadap petani yang digencarkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Ekspor nanas perdana ke Singapura, menurut dia, diluncurkan secara sederhana dengan tidak mengundang pejabat dari pusat. "Kita secara lokal dulu, tidak mengundang menteri. Kita takut baru sekali, gaunganya saja yang besar. Tapi nanti, kalau sudah dua atau tiga kali, baru kita undang Menteri," katanya.

Dia mengatakan ekspor nanas ke Singapura merupakan bagian dari program Lumbung Pangan Berbasis Ekspor (LBPE) yang sudah direncanakan sejak tahun lalu. Dengan ekspor nanas ke Singapura, dia juga berharap pengembangan komoditas tersebut bisa meningkat dan petani memiliki keyakinan karena sudah ada pasarnya. Pengembangan buah nanas, lanjut dia, dipusatkan di Pulau Kundur yang diproyeksikan sebagai sentra pertanian di Karimun.

"Selain nanas, kita juga akan ekspor pisang ke Singapura. Dan kita juga sedang mengembangkan tanaman jagung dan pepaya California," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Karimun Muhammad Affan mengatakan semua dokumen dan administrasi sudah diselesaikan. Dia memastikan ekspor nanas perdana ke Singapura dilaksanakan 20 Oktober 2018.

"Sarana pengangkutnya sudah tersedia, dan penampung di Singapura juga sudah ada," kata Affan. Lebih lanjut, Affan mengatakan penampung di Singapura menginginkan ekspor nanas dilakukan terus menerus, bahkan dalam satu bulan sebanyak dua kali.

Untuk itu, Affan menjelaskan pihaknya akan memberikan pembinaan kepada petani nanas agar memiliki perencanaan masa panen sehingga pasokan untuk ekpor tetap tersedia. Saat ini, luas lahan pertanian nanas di Pulau Kundur sekitar 118 hektar, dan mampu menghasilkan panen sebanyak 224 ton per bulan.(SN)