BMKG Belum Pastikan Fenomena Empat Matahari di Kepri

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang belum dapat memastikan kebenaran dari video fenomena  empat matahari (sundog)yang dikabarkan terjadi Provinsi Kepulauan Riau.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Ardhito, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan, sampai sekarang pihaknya belum dapat informasi terkait video yang beredar di medua sosial, dan sempat viral tersebut.

"Untuk fenomena sundog sendiri saya pun belum menerima informasi yg valid, mengenai kejadian itu di Kepri," katanya. Ardhito mengatakan BMKG Tanjungpinang juga tidak memiliki alat khusus untuk mengetahui kejadian itu.

"Kami belum dapat memastikannya," katanya.Baru-baru ini, beredar video fenomena sundog di medsos. Sejumlah orang mengirimkan video tersebut kepada warga, termasuk wartawan yang bertugas di Kepri.

Berita terkait fenomena sundog itu pula diberitakan sejumlah media massa. Namun sampai sekarang belum dapat dipastikan apakah video tersebut asli ataupun fenomena sundog itu benar-benar ada atau tidak.

Sundog atau parhelia jamak dalam dijelaskan secara alamiahenjelasan ilmiah merupakan fenomena optik atmosfer yang terdiri dari titik terang di sebelah kiri atau kanan Matahari. Dua sun dogs matahari sering mengapit Matahari dalam lingkaran 22 °.

Sundog adalah anggota keluarga lingkaran cahaya, yang disebabkan oleh pembiasan sinar matahari oleh kristal es di atmosfer. Sundog biasanya muncul sebagai sepasang bercak cahaya halus, sekitar 22 ° ke kiri dan kanan matahari, dan pada ketinggian yang sama di atas cakrawala sebagai matahari. 

Mereka dapat dilihat di mana saja di dunia selama musim apapun, tetapi mereka tidak selalu jelas atau terang. Sundog paling baik dilihat dan paling mencolok ketika Matahari berada di dekat cakrawala.(Asikk1)