Nelayan Anambas Pakai Converter Kit

DISKOMINFO - Converter Kit, atau alat yang bisa mengubah fungsi dari gas LPG menjadi pengganti Bahan Bakar Minyak baik premium maupun solar akan diaplikasikan di Anambas khususnya untuk para nelayan. Alat ini diperkirakan akan menuju titik efisiensi bahan bakar. “Tingkat efisiensinya mencapai 50 hingga 60 persen,” ungkap Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Kementerian Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia Agung Kuswandono, ketika menyampaikan sambutan pada acara rapat koordinasi dengan pemerintah daerah kemarin (14/10).

Jika alat tersebut diaplikasikan di Anambas, maka pemerintah daerah perlu melakukan terobosan baru. Seperti harus mengupayakan agar gas elpiji ukuran 3 kilo masuk ke Anambas. Karena ukuran 3 kilogram merupakan ukuran yang ideal. Sementara itu gas elpiji ukuran tersebut belum ada masuk ke Anambas.

Selain itu, jumlah gas 3 kilogram tersebut juga harus didata secara akurat supaya seimbang antara gas yang akan digunakan untuk nelayan dan gas yang akan digunakan untuk keperluan rumah tangga. Supaya sama-sama terpenuhi. “Jangan sampai gas untuk keperluan rumah tangga habis karena digunakan untuk keperluan nelayan. Jangan sampai terjadi seperti itu,” ungkapnya lagi.

Muhammad Hakim Pane, penemu alat ini menjelaskan, dirinya sudah menemukan alat tersebut sejak 2014 silam dibantu oleh Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Alat tersebut juga sudah teruji dan sudah Standar Nasional Indonesia (SNI). “Alat ini bisa digunakan untuk mesin motor empat tak, dua tak, dan untuk diesel,” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai keamanan, dirinya menjelaskan cukup aman dan jauh dari faktor ledakan karena penggunaannya diluar ruangan. “Kalau diluar ruangan, faktor untuk meledak sangat minim karena jika ada uap gas, akan mudah terbawa angin, kecuali ditempat yang tertutup,” jelasnya. Mesin yang menggunakan alat ini dipastikan tidak mudah rusak karena proses pengapian sempurna. Jadi tidak ada kerak atau kotoran. “Mesin jadi tidak mudah rusak,” ungkapnya.

Mengenai efisiensi, jika dibandingkan dengan premium atau solar jauh lebih irit. Contohnya jika mesin genset kapasitas 1.000 watt dinyalakan selama 15 jam bisa membutuhkan premium sekitar 10 hingga 15 liter. Sementara itu dengan converterkit, hanya satu tabung gas ukuran 3 kilogram.(SN)