Kementerian Desa PDTT Susun Database Desa Guna Bangun Ekonomi

DISKOMINFO - Keberhasilan program pembangunan terutama di pedesaan harus dimulai dari perencanaan yang baik, tepat dan komprehensif, berdasar pada potret kebutuhan riil masyarakat. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) terus menyusun Indeks Desa Membangun (IDM) sebagai database yang bisa digunakan sebagai indikator pengambil keputusan untuk pedesaan. Demikian pokok-pokok pikiran yang disampaikan oleh Muh Arwani, Koordinator Program Regional 1 serta Konsultan Nasional P3MD meliputi Aceh, Sumut, Riau dan Kepri, Sabtu (13/10).

Dirjen PPMD Taufik Madjid menyebutkan, keberhasilan pembangunan desa sangat ditentukan oleh parameter yang digunakan dalam menentukan status Desa dan masyarakatnya. Perkembangan status desa mengalami dinamika dari waktu ke waktu, apalagi setelah adanya Dana Desa yang menjadi fokus utama pengembangan ekonomi rakyat oleh Presiden Jokowi sejak 2015.

Selain adanya Dana Desa yang difasilitasi oleh Pendamping Desa, Taufik mengatakan, konsep pembangunan desa di Tanah Air telah menjadi model bagi negara-negara lain dalam melaksanakan pembangunan daerah maupun masyarakat. "Presiden Jokowi berkali-kali menyampaikan, banyak negara lain yang belajar dari desa-desa dan memuji negara kita mampu melewati masa turbulansi ekonomi global. Sebab, kita konsisten membangun keseimbangan, antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan," tegas Taufik.

Terkait data dan informasi desa yang tengah digarap, Taufik berharap nantinya dapat dijadikan sebagai panduan bagi pihak desa sehingga dapat menepis pihak-pihak yang memandang desa dengan sebalah mata. "Kita sebagai aktivis, bukan hoaxs tipis, harus buktikan data dan informasi itu valid dan objektif," tegas Taufik.

Ivanovich Agusta, Plt Kepala Pusat Data dan Informasi, Kemendesa PDTT memaparkan bahwa data yang disusun oleh para pendamping desa mempunyai manfaat yang sangat besar. Bahkan nilai rellabillity (penyimpangan)-nya mencapai 0,98 sehingga akurasi datanya mendekati sempurna. "Secara periodik, dalam jangka satu tahun, kegiatan pengimputan data pembangunan desa dapat dilaksanakan karena sumber daya manusia di lapangan siap setiap saat lantaran kita punya pendampingan desa," tambah Agusta.(SN)