KPU Kepri Verifikasi Faktual Data Pemilih Anomali

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kepulauan Riau (KPU Kepri) melakukan verifikasi faktual untuk menjawab data pemilih anomali yanh ditemukan Kemendagri dan KPU RI.Komisioner KPU Kepri Arison, di Tanjungpinang, Rahu, menegaskan pihaknya memiliki waktu hingga 31 Oktober 2018 menelusuri data pemilih anomali yang tersebar di kabupaten dan kota. Namun jumlah data pemilih anomali mencapai puluhan ribu orang, paling banyak tersebar di Batam.

"Data anomali itu merupakan keragu-raguan terhadap nama pemilih tertentu seperti yang memiliki nama singkat," katanya. KPU Kepri beserta jajarannya sudah membangun pos pelayanan pemilih mulai di tingkat provinsi hingga kelurahan. Jumlah pos pelayanan pemilih mendekati 500 pos. Petugas dalam pos ini bertugas melakukan verifikasi terhadap data pemilih.

Pos ini pula dapat dimanfaatkan masyarakat yang memenuhi persyaratan sebagai pemilih tetapi belum masuk daftar pemilih tetap. Dari hasil verifikasi faktual terhadap sejumlah data pemilih anomali merupakan fakta. Berdasarkan data tersebut, kata dia pemilih yang rata-rata sudah berusia tua, hanya memiliki dua sampai tiga huruf.

"Di Karimun kami temukan sejumlah nama yang pendek, tetapi orangnya memang ada, bukan fiktif," tegasnya. Ia mengatakan KPU juga menemukan satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang digunakan untuk beberapa nama. Ia menduga salah satu penyebabnya kesalahan petugas dalam memasukkan data pemilih dalam sistem data pemilih. "Satu NIK dengan beberapa nama pemilih ini juga terjadi di kabupaten dan kota di Kepri," katanya.(asikk1)