Mitigasi Resiko Inflasi Bahan Pangan Jadi Fokus Kepri

BATAM,DISKOMINFO - Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kepulauan Riau (TPID Kepri) fokus melakukan mitigasi resiko inflasi bahan pangan pada Oktober 2018. "Pengendalian inflasi Oktober 2018 difokuskan untuk mitigasi risiko inflasi, terutama menjelang akhir tahun," kata Wakil Ketua TPID Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Senin (8/10).

Beberapa harga kebutuhan pangan yang perlu diantisipasi, diantaranya cabai merah, bayam dan kangkung. TPID merekomendasikan pemerintah daerah untuk lebih mengintensifkan kerja sama antardaerah yang telah disepakati, serta mendorong kerja sama baru untu memenuhi kebutuhan pasokan bahan makanan, seperti cabai merah. "Kami juga merekomendasikan agar pihak terkait menjaga kelancaran arus bongkat muat dan distribusi angkutan barang komoditas pangan ke Kepri," kata Gusti.

Selain kerja sama antarprovinsi, TPID juga mendorong antardaerah di Kepri untuk saling mengisi kebutuhan pangan masing-masing. "Kerja sama lintas TPID Batam dan Tanjungpinang untuk megendalikan harga bayam dan kangkung. Pada September 2018, bayam dan kangkung mengalami inflasi di Batam, namun deflasi di Tanjungpinang," kata dia.

TPID juga meminta masyarakat mengurangi konsumsi ikan laut menjelang musim utara, saat nelayan urung melaut karena gelombang laut yang tinggi. Pada saat musim angin utara, pasokan ikan biasanya menurun, sehingga berpotensi terjadi kenaikan harga.

Sementara itu, pada September 2018, penurunan harga cabai memicu deflasi di Kepri. Indeks harga konsumen September deflasi 0,09 persen (mtm) lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang deflasi 0,53 persen (mtm).

Deflasi bahan makanan tercatat 1,1 persen (mtm) dan andil 0,25 persen (mtm). Komoditas utama penyumbang deflasi bahan makanan adalah cabai merah sebesar 11,66 persen (mtm) dengan andil -0,11 peresn, daging ayam ras sebesar 4,73 persen (mtm) dengan andil -0,09 persen (mtm) dan telur ayam ras sebesar 9,46 persen (mtm) dengan andil -0,06 persen (mtm).

Deflasi di Kepri, lebih rendah dari IHK nasional yang tercatat 0,18 persen (mtm). Deflasi Kepri September 2018 juga lebih rendah dibanding rata-rata historisnya dalam tiga tahun terakhir.(SN)