Bupati Lingga Pastikan Presiden Datang Bulan Ini

LINGGA,DISKOMINFO - Bupati Lingga Alias Wello memastikan jadwal kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Tanah Bunda Melayu ini sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan yakni setelah kegiatan peringatan hari pangan se-Dunia di Kalimantan Selatan pada tanggal 18 dalam bulan ini. “Saya mendengar langsung dari ungkapan ini dari Staf kepresidenan RI Bapak Moeldoko,” kata Alias Wello di Gedung Daerah, Dabo Singkep, Senin (8/10).

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo akan menghadiri kegiatan Coconut World Day di Kabupaten Lingga pada September lalu. Namun Pemerintah Pusat saat ini sedang fokus untuk menangani bencana alam, gempa dan sunami yang terjadi Palu dan sejumlah agenda lainnya seperti MTQ Nasional di Medan dan kegiatan IMF di Bali, sehingga kedatangan Presiden tertunda.

Bahkan Alias Wello mengaku tidak akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk penyambutan kedatangan Presiden kalau bukan telah menerima kabar kedatangan Presiden ke Kabupaten Lingga dari Moeldoko. Namun, Alias Wello mengaku sedikit lega setelah ada kabar dari Moeldoko Presiden akan hadir setelah kegiatan hari pangan sedunia. “Kunjungan bapak Presiden akan tetap dilaksanakan walau jadwalnya saja yang berubah,” ujar Alias Wello.

Sebelumnya, Alias Wello mengaku terus memantau perkembangan terkait kedatangan Presiden RI ke Kabupaten Lingga. Namun kondisi dan jadwal yang padat menjadikan Presiden belum dapat mengunjungi masyarakat di Kabupaten Lingga.

Pria yang akrab disapa Awe ini mengatakan akan menyampaikan kepada Presiden terkait sejumlah persoalan yang tidak dapat dilakukan Pemkab Lingga sendiri. Diantaranya, meminta kawasan ekonomi khusus di Singkep. Permintaan lainnya yakni, agar Pemerintah Pusat dapat mempercepat bantuan perpanjangan landasan bandara Dabo Singkep menjadi 2500 meter agar dapat digunakan dengan maksimal oleh pesawat lebih besar dari yang ada saat ini. Selain itu, Awe juga akan meminta kebijakan pusat agar Pulau Bakong menjadi lokasi peternakan nasional. “Kami minta juga bantuan pusat untuk membangun pengolahan air baku di lokasi air terjun Jelutung agar dapat memasak kebutuhan air baku ke Batam dan wilayah lainnya,” ujar Alias Wello.(SN)