494 Posko Dibentuk KPU Kepri - Guna Melindungi Hak Pilih Masyarakat

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Sebanyak 494 posko dibentuk Komisi Pemilihan Umum KPU Provinsi Kepri di 7 kabupaten kota Se Provinsi untuk membantu masyarakat mendaftarkan diri sebagai Daftar Pemilih Tetap DPT pada pemilihan umum 2019 mendatang. Posko yang menjadi bagian dari Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) ini didirikan untuk menjadi tempat bagi masyarakat yang belum terdaftar sebagai DPT dalam pemilihan umum 2019 mendatang.

"494 posko tersebut bakal di tersebar dibeberapa lokasi di tujuh kabupaten kota Se Provinsi Kepri, baik di kantor KPU Kabupaten Kota Dan Provinsi, posko di beberapa tempat umum dan beberapa tempat di kantor kelurahan/desa/kecamatan yang ada di Provinsi Kepri," ungkap komisioner KPU Kepri Priyo Handoko di Tanjungpinang,Senin (08/10).

Menurut Priyo, posko GMHP ini merupakan tempat bagi  masyarakat untuk dapat mengecek status DPT nya pada pemilihan mendatang "Masyarakat dapat mengecek Status DPTnya lengkap dengan TPS tempat memilihnya nanti, juga bagi masyarakat yang belum masuk ke DPT dapat dibantu untuk masuk menjadi DPT dengan hanya menyerahkan nama dan Nomor NIK nya," ungkap Priyo.

Dikatakan Priyo,upaya untuk melindungi hak pilih dengan posko GMHP ini merupakan upaya KPU Kepri untuk mendata Masyarakat yang belum terdaftar menjadi Daftar Pemilih Tetap DPT pada pemilihan 2019 mendatang. "Posko ini akan berlangsung dari 1 hingga 28 Oktober mendatang,  untuk mendata seluruh masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk terdapat pada DPT pemilu 2019," ungkap Priyo kembali.
 
Untuk itu, Priyo menghimbau kepada masyarakat yang belum masuk daftar pemilih tetap (DPT) pemilu 2019 silakan menemui petugas posko Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) yang ada di kabupaten kota Se Provinsi Kepri. Tak hanya kepada masyarakat, namun pihaknya berharap masing-masing KPU Kab/Kota, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) diminta untuk mengoptimalkan fungsi posko GMHP ini.

"Nantinya pihaknya mulai bergerak sebebas-bebasnya,aktif menindaklanjuti setiap laporan yang masuk mulai warga yang belum terdaftar ," tegas Priyo. Tak hanya untuk masyarakat Kepri yang tak terdaftar saja lanjut Priyo Posko ini juga menerima pendataan bagi masyarakat yang ingin mencoret data warga yang meninggal. Yang mana, hal ini dilakukan agar kedepannya seluruh masyarakat akan dapat melindungi hak pilih nya untuk mengikuti pemilu 2019 mendatang.(asikk2)