Kemenpar Yakin Batam Berpotensi Jadi Daerah Playground Sport Even Singapura

BATAM,DISKOMINFO - Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti mengatakan, berdekatan dengan Singapura, Batam sangat potensial untuk jadi daerah pilihan playground even negara tersebut. Apalagi, kata Guntur, dengan dukungan infrastruktur yang kini mumpuni, Batam seharusnya dengan mudah memanfaatkan kesempatan tersebut. Daerah lain Kepri yang terlebih dahulu memanfaatkan potensi ini adalah Kabupaten Bintan. “Batam sepertinya harus sudah siap pasang kuda-kuda,” kata Guntur usai melepas peserta Tour De Kepri di Dataran Engkuputri, Minggu (30/9).

Menurutnya di Singapura, tidak semua daerah bebas untuk penyelanggaraan sporevent. Mau tidak mau mereka akan melirik daerah lain, Batam merupakan daerah yang memiliki segudang potensi dan dapat jadi daerah tujuan. Ia menerangkan, dengan memanfaatkan hal ini, Batam akan mendapatkan berbagai macam keuntungan. “Kita setidaknya akan dapat dua hal. Wisatawan Mancanegara (Wisman) dapat, ekonomi value juga kita dapat,” terangnya.

Secara umum. ia menerangkan daerah lain Kepri juga punya kesempatan yang sama. Maka salah satu even yang cukup familiar yakni Tour De Kepri, yang awal pembentukannya dengan pemikiran ada even sepeda dengan memanfaatkan kedekatan secara geografis dengan negara tetangga. “Grand desainnya lintas negara juga lintas Sumatera, ini yang bedakan Tour de Kepri dengan penyelenggaraan cycling even di daerah lain,” paparnya.

Kini, Tour de Kepri baru melewati tiga daerah yakni Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan dan Kota Batam. Ia bersyukur tahun ini even yang menghadirkan pesepeda dari berbagai negara ini dapat kembali terselenggara. “Mudah-mudahan jadi annual event setiap tahun. Niat besar kita dulu, bagaimana Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun, Empat daerah ini bisa menjadi venue penyelanggaraan berbagai sport even di singapura,” terang mantan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri ini.

Melewati tiga daerah di Kepri, etape pertama Tour de Kepri sendiri telah di gelar sejak Jumat (28/9) lalu yang dimulai dari Tanjungpinang. Etape kedua tanggal 29 September 2018 adalah Bintan Classic (Pulau Bintan). Dan kini, etape ketiga yakni di Batam. “Hari ini (kemarin) kami lepas sekitar 180 peserta, lalu tambahan lagi 80 orang yang datang langsung dari Singapura. Total peserta adalah 260 pesepeda dari 24 negara,” jelas Buralimar.

Ia mengatakan, selama mengikuti lomba, para peserta dapat menikmati keindahan alam Kepri. Dengan harapan suatu saat mereka akan kembali sebagai wisman. “Kalau mereka senang, akan datang sendiri nanti. Ishaa Allah tahun depan, (tour de Kepri) akan sampai Karimun, kalau perlu mereka (peserta) tujuh hari di Kepri,” harap dia.(SN)