Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang Fokus Kepada Pencegahan Masuknya Pangan Mengandung Bibit Ham

TANJUNGPINANG - Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang saat ini  konsen terhadap pangan berpotensi mengandung bibit hama yang masuk ke Indonesia melalui Kepulauan Riau, khususnya Tanjungpinang. "Jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi potensi kerusakan yang bisa diimbulkan," ungkap Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang Donny Muksydayan, Kamis (13/9/2018).

Menurut dia, Tanjungpinang termasuk salah satu kawasan transit sebelum dipasok ke Pulau Jawa. Pangan, baik hewan maupun tumbuhan umumnya didatangkan dari Cina dan negara tetangga Malaysia dan Singapura. "Karena itu kami sangat konsen. Kami mohon dukungan. Kita memang harus bersinergi bersama-sama untuk memberantas ini, " tambah Donny.

Senin, Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang, Kamis (13/9/2018) musnahkan 104,18 kilogram barang tegahan hewan dan 45 kilogram tumbuhan. Proses pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang, Kijang Lama.

Barang  yang dimusnahkan merupakan barang hasil penegahan di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) dan Bandara Raja Haji Fisabilillah pada Agustus 2018, terdiri dari komoditi hewan seperti daging sapi,  daging babi,  ayam,  bebek, telur dan komoditi tumbuhan diantaranya seperti beras, buah mangga,  buah  rambutnya, bawang merah, dan sayuran segar. Umumnya, barang tegahan dimusnahkan tersebut dipasok dari Malaysia, Cina dan Malaysia, dibawa oleh WNI maupun WNA yang datang ke Tanjungpinang.

Donny Muksydayan mengatakan, proses pemusnahan merupakan salah satu langkah dalam menjaga wilayah Kepri agar senantiasa bebas dari penyakit hewan dan tumbuhan yang ada di Indonesia. (Asikk3)