Menteri Susi Larang Tangkap Lobster Bertelur

NATUNA, DISKOMINFO - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti berpesan pada nelayan di Natuna agar tidak menangkap lobster yang sedang bertelur. Hal tersebut disampaikan Susi saat mengunjungi Pulau Sahi, Kabupaten Natuna.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Susi melalui video yang diunggah di laman media sosial facebook yang dikelola Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Senin, (27/8). Video tersebut diberi judul Menteri Susi Pudjiastuti melakukan restocking lobster di Pulau Sahi, Natuna, Kepulauan Riau (26/8).

Lengkap dengan tanda pagar #KataMenKP, "Biarkan lobster bertelur dan menetaskan telurnya untuk jutaan ekor lobster yang akan datang". Jadi, jangan tangkap lobster bertelur ya Sahabat Bahari. Apalagi yang masih kecil.

Dalam video tersebut Susi mengaku telah meminta para staf PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Keluatan dan Perikanan) yang ada di Natuna untuk mencari dari pengepul lobster-lobster jenis mutiara maupun lobster bamboo, serta jenis lobster lain yang ada di Natuna.

Lobster yang besar maupun yang sedang bertelur itu dicari untuk dilepaskan kembali ke laut. Tampak pada video tersebut Menteri Susi memegang lobster yang cukup besar dan dilepaskan kembali ke bebatuan karang.

“Cobalah tolong kepada para nelayan dan pengepul yang bertelur begini mbok ya jangan ditangkap. Biarkan dia berteluar dan menetaskan jutaan ekor lobster yang akan datang,” ujar Susi. Berburu lobster memang cukup menggiurkan.

Satu kilogram lobster dibanderol sekitar Rp 180 ribu. Sedangkan bila sudah diolah, satu buah lobster di restoran-restoran di Singapura bisa dinikmati dengan harga Rp 2 juta hingga Rp 4 juta.(tiwi)