Satu Langkah Lagi Syahrul-Rahma Pimpin Tanjungpinang


TANJUNGPINANG
, DISKOMINFO - Satu langkah lagi paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang akan memimpin kota itu setelah DPRD menetapkannya sebagai paslon terpilih.

DPRD Kota Tanjungpinang menetapkan Syahrul-Rahma sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota terpilih dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Tanjungpinang, Rabu.
"Hasil rapat paripurna ini akan disampaikan kepada Mendagri," kata Ketua DPRD Tanjungpinang, Suparno, seusai memimpin rapat paripurna tersebut.

Ia menjelaskan rapat paripurna ini wajib dilaksanakan sebagai salah satu tahapan pilkada yang dilaksanakan setelah KPU Tanjungpinang menetapkan paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang.

"Kalau jadwal pelantikan paslon terpilih merupakan wewenang pusat," ujarnya.

Pada Rapat Paripurna Istimewa terbuka itu untuk penetapan pasangan calon terpilih disampaikan secara resmi jumlah rekap perhitungan suara Pilwako 2018, pasangan Syahrul-Rahma memperoleh 42.559 suara atau 51,45% sedangkan pasangan Lis-Maya memperoleh 40.160 suara atau 48,55%. 

Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga mengatakan, pengumuman penetapan paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang terpilih pada Pilkada 2018 berdasarkan Surat Keputusan KPU Kota Tanjungpinang Nomor 41/HK.03.1-KPT/2172/Kota/VII/2018 tanggal 25 Juli 2018.

“Dengan ini kami umumkan kepada publik, Syahrul dan Rahma sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang terpilih masa jabatan 2018-2023,” ucapnya.

Angga mengemukakan berita acara rapat paripurna DPRD Tanjungpinang secepatnya diserahkan kepada kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Berita acara tersebut sebagai dasar pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang.

Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza mengatakan pilkada terlaksana secara maksimal dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dukunga dari pemerintah, TNI dan Polri serta berbagai elemen masyarakat mendorong pilkada terlaksana secara damai.
“Pilkada Tanjungpinang 2018 membuktikan kehidupan demokrasi berjalan dengan baik. Ini sebagai modal melahirkan pilkada yang berkualitas dan bermartabat," tuturnya.(asikk1)